Saturday, 12 March 2016

Arti dan Jenis Komunikasi

ARTI DAN JENIS-JENIS KOMUNIKASI

PENDAHULUAN
Komunikasi adalah "suatu proses pada satu atau beberapa orang, kelompok dan masyarakat yang menciptakan serta menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan bahasa nonverbal, yaitu menggunakan gerak-gerik badan, atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

PEMBAHASAN
Pengertian Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadi milik bersama. Jika kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang kita sampaikan kepada orang tersebut menjadi miliknya.
Jenis Komunikasi
1.      Komunikasi Menurut Penyampaian
Pada dasarnya, cara penyampaian dalam komunikasi telah biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi menurut penyampaian dibagi menjadi dua:
a.      Komunikasi Lisan
·         Terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Contohnya, dialog antara dua orang pada saat wawancara ataupun rapat.
·         Terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak. Contohnya, komunikasi melalui telepon.

b.      Komunikasi Tertulis
·         Naskah; biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks.
·         Surat; dipergunakan untuk menyampaikan berita yang singkat dan jelas, namun dipandang perlu untuk ditulis dengan maksud tertentu.
·         Blangko-blangko; dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
·         Gambar dan foto; digunakan karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
·         Spanduk; dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang banyak.

2.      Komunikasi Menurut Kelangsungan
a.      Komunikasi Langsung
Proses komunikasi dilakukan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh adanya jarak.

b.      Komunikasi Tidak Langsung
Proses komunikasi yang dilakukan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat media komunikasi.

3.      Komunikasi Menurut Perilaku
a.      Komunikasi Formal
Komunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam struktur organisasi. Contohnya, seminar.

b.      Komunikasi Informal
Komunikasi yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi serta tidak mendapat kesaksian resmi yang mungkin tidak berpengaruh kepada kepentingan organisasi atau perusahaan. Contohnya, kabar burung.

c.       Komunikasi Nonformal
Komunikasi yang terjadi antara formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi pada anggota. Contohnya, rapat mengenai ulang tahun perusahaan.

4.      Komunikasi Menurut Maksudnya
a.       Berpidato
b.      Ceramah
c.       Wawancara
d.      Memberi perintah atau tugas

5.      Komunikasi Menurut Ruang Lingkup
a.      Komunikasi Internal
·         Komunikasi vertikal yang terjadi dari pemimpin kepada anggota, seperti perintah, teguran dan pujian,
·         Komunikasi horizontal yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan antara orang-orang yang memiliki kedudukan sejajar.
·         Komunikasi diagonal yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan antara orang-orang yang memiliki kedudukan berbeda pada posisi tidak sejalur vertikal.

b.      Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi ini bertujuan untuk memperoleh pengertian, kepercayaan, bantuan serta kerja sama masyarakat.
Komunikasi ini dapat berbentuk:
·         Eksposisi, pameran, promosi
·         Konferensi pers
·         Siaran radio atau televisi
·         Bakti sosial

6.      Komunikasi Menurut Jaringan Kerja
a.      Komunikasi Jaringan Kerja Rantai
Komunikasi menurut saluran hierarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.

b.      Komunikasi Jaringan Kerja Lingkaran
Komunikasi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran.

c.       Komunikasi Jaringan Bintang
Komunikasi melalui satu sentral dan saluran uang dilewati lebih pendek.

7.      Komunikasi Menurut Peranan Individu
a.      Komunikasi antar Individu dengan Individu
Komunikasi ini terjadi secara informal, individu bertindak sebagai komunikator mampu mempengaruhi individu lain.

b.      Komunikasi antar Individu dengan Lingkungan Luas
Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

c.       Komunikasi antar Individu dengan Dua Kelompok atau Lebih
Pada komunikasi ini, individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan untuk menjadi penyelaras yang harmonis.

KESIMPULAN
Komunikasi adalah interaksi atau cara menyampaikan sebuah pesan yang memiliki maksud dan tujuan antara individu dengan individu, kelompok, dan masyarakat luas. Cara penyampaian yang dilakukan juga berbeda-beda, yaitu dengan cara formal, informal, dan nonformal. Komunikasi dapat berupa verbal maupun nonverbal.
DAFTAR PUSTAKA
Arti komunikasi
Pengertian Komunikasi

Jenis Komunikasi


Sunday, 24 January 2016

PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN VIRTUAL


 
A.   Perkembangan Masyarakat di Indonesia
                                 1.        Masyarakat Sederhana
Masyarakat ini dalam perkembangannya relatif lambat, karena ciri – ciri masyarakat sederhana sebagai berikut :
a.       Hubungan kekeluargaan masih erat.
b.      Organisasi dalam hal tradisi masih diwariskan secara turun temurun.     
c.        Percaya terhadap hal yang ghaib (Animisme).
d.      Belum ada lembaga khusus (pendidikan).
e.        Angka buta huruf masih tinggi.
f.       Hukum mudah dipahami, karena masih bersifat konvensional (tak tertulis).
g.      Kegiatan ekonomi masih berorientasi atas pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari saja.
h.      Kegiatan ekonomi yang masih memerlukan banyak tenaga.

                                 2.        Masyarakat Madya
Dalam proses perkembangannya, masyarakat ini lebih cepat dari pada masyarakat sederhana. Ciri – cirinya sebagai berikut :
a.       Kekeluargaan masih erat, tapi melihat untung dan rugi.
b.      Adat istiadat masih berlaku, tetapi menerima informasi dan teknologi dari luar.
c.       Timbulnya pemikiran yang rasional.
d.      Terdapat lembaga pendidikan.
e.       Adanya hukum tertulis.
f.       Ekonomi bersaing besar.
g.      Gotong royong masih berlaku untuk pembangunan fasilitas umum.

                                 3.        Masyarakat Pra-Moderen
Mengakui kemajuan karena memiliki inisiatif untuk menerima teknologi dan informasi.
Ciri – Ciri :
a.       Hubungan antar masyarakat berdasarkan kepentingan pribadi.
b.      Masyarakat percaya pada ilmu pengetahuan.
c.       Sarana dan prasarana sudah terpenuhi.
d.      Masyarakat terdiri dari beberapa macam profesi/pekerjaan.
e.       Tingkat pendidikan relatif rata.
f.       Ada hukum perdata dan pidana.
g.      Ekonomi yang berorientasi pada pasar.

                                 4.        Masyarakat Tradisional
a.       Berbentuk komunitas kecil.
b.      Pranata sosial berdasarkan kekerabatan.
c.       Peralatan dan teknologi sederhana.
d.      Tergantung terhadap lingkungan hidup.
e.       Terpencil secara geografis.
f.       Terbatasnya akses pelayanan sosial.

Masyarakat tradisional terbagi menjadi 2 kelompok :
1)      Masyarakat primitif.
Masyarakat yang tingkat perkembangannya berburu dan meramu.
2)      Masyarakat yang hidup dalam kebudayaan konservatif (lama).
3)      Contoh: Islam Aboge di Desa Pekuncen, Tengger di bromo, Baduy di banten.

                                 5.        Masyarakat Transisi
Yaitu masyarakat yang mengalami perubahan dari tradisional menuju modern. Ciri – cirinya sebagai berikut :
a.       Adanya instansi pendidikan, seperti sekolah.
b.      Ada fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat , seperti puskesmas dan balai pengobatan.
c.       Mulai tumbuhnya industri tingkat rumahan (Rumah tangga).
d.      Masuknya teknologi dan informasi , seperti internet yang sudah tersedia di Desa desa.
e.       Perubahan fungsi lahan.

                                 6.        Masyarakat Pedesaan
Ciri – ciri :
a.       Penerimaan dalam hal interaksi berdasarkan kepada afektifitas (tata krama).
b.      Rasa persatuan dalam hal kebersamaan masih kental (Orientasi kolektif).
c.       Partikularisme dengan berpandangan subjektifitas.
d.      Askripsi masih ada, yaitu kekhususan, tidak diusahakan (pemberian).
e.       Interaksi masyarakat masih dalam lingkup keakraban yang kental.

                                 7.        Masyarakat Perkotaan
a.       Individual
b.      Heterogen :
1)      Suku daerah
2)      Pendidikan
3)      Berdaya saing tinggi., karena berorientasi kepada kesejahteraan masing – masing.
4)      Terdiri dari beragam profesi.
5)      Cenderung matrealistik.
6)      Masyarakat yang lebih terbuka menerima informasi dan perubahan.

                                 8.        Masyarakat Moderen
a.       Alat – alat yang digunakan sudah mengalami modernisasi.
b.      Mulai meninggalkan kehidupan tradisional.
c.       Mulai berfikir rasional.


B.   Kebudayaan Virtual
Penggunaan internet sebagai ruang sosial dan budaya di arus virtual mengandalkan terbentuknya korelasi tentang fenomena konsumsi dan gaya hidup virtual, terlebih sejak munculnya komunitas maya. Realitas komunitas maya telah menemukan karakternya yang khas, contohnya komunitas maya Kaskuser yang sudah mencapai jutaan lebih.

Seiring dengan perkembangan zaman media massa tumbuh dan berkembang dengan subur, bak jamur dimusim hujan. Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, di pihak lain kehadiran teknologi modern justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah di semua aspek kehidupan masyarakat. Terkait dengan perkembangan teknologi yang berdampak kearah modernisasi, IPTEK merupakan yang paling pesat perkembangannya. Salah satu diantaranya yang cukup membuat masyarakat terkagum-kagum ialah perkembangan teknologi informasi.

Akibatnya tanpa sadar informasi tersebut sedikit demi sedikit telah mempengaruhi pola tingkah laku dan budaya dalam masyarakat. Kebudayaan yang sudah lama ada dan menjadi tolak ukur masyarakat dalam berperilaku kini hampir hilang dan lepas dari perhatian masyarakat. Akibatnya, semakin lama perubahan-perubahan sosial di masyarakat mulai terangkat ke permukaan.


ANALISIS

Dari perkembangan masyarakat di atas dapat diketahui bahwa kebudayaan virtual dapat mempengaruhi dampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus menyaring segala informasi yang kita dapat, juga memilah hal hal yang bersifat positif tanpa meninggalkan norma, adat dan kebudayaan asli.

Dampak yang paling kontras dirasakan di kalangan masyarakat ialah perubahan gaya hidup dan pola tingkah laku yang menuntut masyarakat bersikap serba instan sehingga menyebabkan terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat. Media massa mempengaruhi gaya hidup masyarakat untuk menjadi serupa dengan apa yang disajikan oleh media. Sadar atau tidak masyarakat pun masuk ke dalamnya bahkan menuntut lebih dari itu. Kehadiran media massa dirasakan lebih berpengaruh terhadap generasi muda yang sedang berada dalam tahap pencarian jati diri.

Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi dengan munculnya media massa elektronik (media massa modern) sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa diliputi perasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba instan. Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreativitas yang ada dalam diri kita di kemudian hari.